Mengenal Pipa ASTM serta Kegunaannya

Pipa ASTM
Mengenal Pipa ASTM

 

Dalam dunia konstruksi, pemilihan material yang tepat merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah proyek. Salah satu komponen krusial yang sering digunakan namun sering disepelekan adalah sistem perpipaan. Baik itu untuk sistem air bersih, air kotor, drainase, atau instalasi gas—pipa menjadi tulang punggung infrastruktur bangunan. Dalam artikel ini, kita akan Mengenal Pipa ASTM serta Kegunaannya.

Sebagai seorang pengusaha kontraktor, memahami jenis pipa yang sesuai standar internasional seperti ASTM akan meningkatkan kualitas proyek, memperkecil risiko kerusakan, dan memperkuat kredibilitas dalam proses tender, terutama di sektor swasta dan pemerintah. Artikel ini akan membantu Anda mengenali berbagai jenis pipa yang memenuhi standar ASTM serta penerapannya dalam berbagai proyek konstruksi.

Apa Itu ASTM?

ASTM adalah singkatan dari American Society for Testing and Materials, sebuah organisasi internasional yang mengembangkan dan menerbitkan standar teknis untuk berbagai produk, termasuk material bangunan, logam, plastik, dan tentu saja pipa.

ASTM bukan hanya sekadar lembaga sertifikasi, tetapi merupakan acuan global dalam hal mutu dan performa material. Standar ASTM memastikan bahwa produk pipa yang diproduksi telah lolos uji kekuatan, ketahanan suhu, tekanan, hingga resistensi kimia—semua hal penting yang harus diperhatikan dalam proyek berskala besar.

Dalam konteks perpipaan, standar ASTM memastikan kesesuaian material terhadap aplikasi tertentu, misalnya apakah cocok untuk mengalirkan air minum, limbah industri, atau gas bertekanan tinggi.

Menggunakan pipa yang sesuai dengan standar ASTM memberikan banyak keuntungan untuk dari sudut pandang kontraktor, seperti : Konsistensi mutu, kompatibilitas secara global, datasheet dan sertifikat uji yang lengkap, serta mampu meningkatkan nilai tender yang akan dikerjakan.

 

Jenis-Jenis Pipa ASTM Berdasarkan Material dan Kode Standar

ASTM PVC (Polyvinyl Chloride)

Kode Umum:

  • ASTM D1785 → PVC Schedule 40 dan 80
  • ASTM D2241 → PVC SDR Series

Kegunaan:

  • Sistem air bersih domestik dan komersial
  • Saluran irigasi, sistem perpipaan bertekanan rendah

Keunggulan:

  • Ringan dan mudah dipasang
  • Tahan terhadap korosi kimia
  • Harga ekonomis

Catatan: Untuk air minum, gunakan jenis pipa PVC food-grade dan pastikan tidak terpapar sinar matahari langsung dalam jangka panjang.

ASTM CPVC (Chlorinated PVC)

Kode Umum:

  • ASTM D2846 → CPVC untuk air panas domestik

Kegunaan:

  • Sistem air panas di rumah sakit, hotel, dan pabrik
  • Sistem pemanas air bertekanan

Keunggulan:

  • Tahan terhadap suhu hingga 90°C
  • Tidak mudah meleleh atau bocor karena panas
  • Instalasi tetap mudah seperti PVC biasa

 

ASTM HDPE (High-Density Polyethylene)

Kode Umum:

  • ASTM F714 → HDPE untuk air tekanan tinggi
  • ASTM D3035 → HDPE SDR standard

Kegunaan:

  • Sistem air bersih bawah tanah
  • Drainase dan saluran limbah industri
  • Pipa saluran gas bertekanan

Keunggulan:

  • Fleksibel dan tahan benturan
  • Sambungan fusion welding sangat kuat (tanpa sambungan ulir)
  • Tahan terhadap abrasi dan bahan kimia

 

Baca Juga : Bahan Dasar Pembentuk Pipa PVC

 

ASTM Steel (Besi/Baja)

Kode Umum:

  • ASTM A53 → Pipa baja galvanis (untuk air dan gas)
  • ASTM A106 → Pipa baja seamless untuk tekanan tinggi

Kegunaan:

  • Sistem perpipaan industri, minyak & gas
  • Jaringan sprinkler dan fire hydrant

Keunggulan:

  • Kuat terhadap tekanan tinggi dan temperatur ekstrem
  • Cocok untuk aplikasi heavy-duty dan luar ruangan

 

ASTM Copper (Tembaga)

Kode Umum:

  • ASTM B88 → Copper Tube untuk plumbing

Kegunaan:

  • Instalasi air minum
  • Sistem HVAC (AC dan pemanas)
  • Instalasi sanitasi rumah sakit

Keunggulan:

  • Antimikroba alami (ideal untuk air minum)
  • Tahan karat dan tahan lama
  • Mudah dibentuk dan disambung

 

Perbedaan Pipa ASTM dengan Pipa SNI / Standar Lainnya

Di Indonesia, banyak proyek konstruksi yang mensyaratkan penggunaan pipa berstandar SNI (Standar Nasional Indonesia). Namun dalam beberapa kasus, terutama proyek dengan spesifikasi teknis tinggi atau kerja sama internasional, penggunaan pipa standar ASTM sering kali menjadi pilihan utama.

Berikut perbandingan singkat antara pipa ASTM dan SNI:

Aspek ASTM SNI
Lingkup Standar Internasional (digunakan global) Nasional (Indonesia)
Dokumentasi Teknis Sangat lengkap (COC, datasheet, lab test) Umumnya hanya label produk
Kesesuaian Proyek Ideal untuk proyek skala besar, BUMN, ekspor-impor Cocok untuk proyek lokal
Reputasi Pasar Tinggi, karena pengakuan global Tinggi untuk proyek lokal & compliance pemerintah
Ketersediaan Produk Umumnya tersedia di supplier besar atau spesifik Lebih mudah ditemukan di toko bangunan umum

Pada kesimpulannya, Jika Anda adalah kontraktor yang menangani proyek bernilai besar atau memiliki klien internasional, pipa berstandar ASTM memberikan nilai lebih dari sisi teknis dan legalitas. Namun, untuk proyek lokal skala kecil, pipa SNI tetap menjadi pilihan efisien dan legal.

Tips Membeli dan Menggunakan Pipa ASTM untuk Proyek

Agar Anda tidak salah langkah dalam memilih dan menggunakan pipa ASTM, berikut beberapa tips praktis:

 1. Pilih Supplier Terpercaya

Cari distributor resmi atau importir dengan rekam jejak baik. Pastikan mereka bisa menyertakan dokumen resmi seperti:

  • Certificate of Conformity (COC)
  • Material Test Certificate
  • Technical Datasheet

 2. Perhatikan Aplikasi Proyek

Setiap jenis pipa ASTM dirancang untuk fungsi spesifik. Gunakan:

  • ASTM D1785 untuk air bertekanan
  • ASTM A106 untuk uap/gas industri
  • ASTM D2846 untuk air panas

Jangan tukar aplikasi karena dapat menyebabkan kerusakan sistem.

3. Gunakan Tenaga Pemasangan yang Terlatih

Beberapa pipa seperti HDPE atau CPVC membutuhkan teknik pemasangan khusus, seperti heat fusion atau solvent cementing. Gunakan teknisi berpengalaman untuk menghindari kebocoran dan kegagalan sistem.

4. Cek Stok & Waktu Pengiriman

Karena beberapa pipa ASTM adalah barang impor, pastikan ketersediaannya sesuai timeline proyek Anda. Hindari delay karena salah prediksi.